5 Film yang Berkisah Seputar Piala Dunia

By Arin Nabila - Senin, 9 Juli 2018 | 12:40 WIB
Legenda sepak bola asal Brasil, Pele, pada acara lelang memorabilianya di London, 1 Juli 2016.
Legenda sepak bola asal Brasil, Pele, pada acara lelang memorabilianya di London, 1 Juli 2016.

KOMPAS.com - Sepak bola memang bisa dibilang menjadi olahraga terpopuler di dunia hingga saat ini. Dengan kepopulerannya, sepak bola sudah merambah ke berbagai bidang, salah satunya bidang perfilman.

Banyak kisah menarik yang tertuang di balik sebuah pertandingan sepak bola. Entah itu perjuangan sang pemain yang mengharukan, kontroversi saat pertandingan maupun setelahnya, hingga para suporter dalam mendukung timnas kebanggannya.

Dengan kisah-kisah yang ada, banyak rumah produksi yang mencoba mengangkat kejadian tersebut ke layar lebar. Bahkan tak sedikit film yang menjadikan Piala Dunia sebagai background cerita.

Berikut ini film-film yang berhubungan dengan Piala Dunia:

1. Offside

Iran mengalami masa ketika ada diskriminasi gender dalam stadion. Pasca-revolusi yang dipimpin oleh Ayatullah Khoemeini pada 1979, negara Asia Barat Daya tersebut melarang wanita menyentuh bahkan menonton sepak bola.

Hal itulah yang menginspirasi sineas asal Iran, Jafar Panahi, untuk membuat film berjudul Offside.

Film karya Panahi mengisahkan tentang seorang wanita yang menyamar menjadi laki-laki demi menonton langsung pertandingan Iran vs Bahrain pada 2006 di Stadium Azadi, Teheran.

Laga tersebut menentukan lolos tidaknya Iran ke Piala Dunia di Jerman.

Pada akhirnya, Iran menyudahi pertandingan dengan skor 1-0.

2. The Two Escobars

Film The Two Escobars menggambarkan kontrasnya kehidupan antara bek timnas Kolombia, Andres Escobar, dan Pablo Escobar yang merupakan kartel narkoba ternama Amerika Selatan.

Walau sama-sama besar di Medellin, mereka berdua tidak memiliki hubungan darah.

Film dokumenter tersebut memperlihatkan kesedihan warga Kolombia ketika Andres ditembak mati setelah membuat gol bunuh diri pada Piala Dunia 1994.

Publik negara tersebut dan dunia mengutuk tindakan pembunuhan itu dan menilai dalang narkotika Kolombia menjadi dalangnya. Sekitar 120.000 warga Kolombia ikut mengantar kepergian mantan bek Nacional Medellin itu. 

Pemandangan berbeda terjadi setahun sebelumnya, saat Pablo meninggal juga karena tertembus timah panas. Rakyat Kolombia berpesta karena Pablo merupakan dalang dari banyak kasus kriminalitas di negara tersebut. 

3. Pele: The Birth of Legend

Pele: The Birth of Legend menceritakan perjuangan Pele bersama timnas Brasil pada Piala Dunia 1958.

Datang ke Swedia untuk merebut piala Jules Rimet, tim Samba dianggap sebagai tim guram menyusul kekalahan 2-4 dari Hungaria pada perhelatan sebelumnya.

Situasi semakin pelik lantaran Pele mengalami cedera sebelum turnamen dimulai.

Sang legenda, kala itu masih berusia 17 tahun, akhirnya mampu unjuk gigi lewat dua gol ke gawang tim tuan rumah dalam laga final.

Brasil pun keluar sebagai pemenang dan menggondol gelar juara dunia untuk kali pertama.

4. The Games of Their Lives  

Perjuangan timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 1950 diabadikan dalam film bertajuk The Games of Their Lives.

Film garapan David Anspaugh itu lebih fokus menceritakan momen ketika pasukan dari Negeri Paman Sam mengalahkan Inggris 1-0 dalam laga penyisihan Grup 2 di Belo Horizonte.

Diceritakan pula cara para pemain untuk menyatukan diri sehingga bisa mengalahkan tim sebesar The Three Lions.

5. One Night in Turin  

Film yang terahir adalah One Night in Turin karya sutradara James Erskine. Tayangan dokumenter tersebut merekam kiprah timnas Inggris dalam mengarungi Piala Dunia 1990 di Italia.

Kala itu, Tim Tiga Singa pergi berkompetisi dengan memikul sejumlah masalah.

Selain pelatih Sir Bobby Robson yang terlibat perseteruan dengan media lokal, The Three Lions juga mendapat musuh lain dari pemerintahan di negara sendiri.

Menteri Olahraga Inggris, Colin Moynihan, ikut campur di Italia terkait pengawasan keamanan sebagai tindakan preventif karena Inggris tengah dihukum UEFA akibat Tragedi Heysel.

Pada akhirnya Inggris kalah adu penalti dari Jerman pada semifinal, tetapi tetap berhasil mencuri hati penikmat sepak bola. Itulah kali pertama Inggris ke semifinal sejak menjadi juara pada 1966.  (Ade Jayadireja)

 

Editor : Jalu Wisnu Wirajati
Sumber : BolaSport
Artikel Terkait

Berita Lainnya