FIFA Peringatkan Penyiar soal Penyorotan Penonton Wanita

By Malvin Pradhipta - Kamis, 12 Juli 2018 | 16:33 WIB
Suporter memadati stadion saat pertandingan Grup B Piala Dunia antara Portugal vs Maroko di Stadion Luzhniki, Moscow, Rabu (20/6/2018. Portugal Menang 1-0.
Suporter memadati stadion saat pertandingan Grup B Piala Dunia antara Portugal vs Maroko di Stadion Luzhniki, Moscow, Rabu (20/6/2018. Portugal Menang 1-0.

KOMPAS.com - FIFA memperingatkan para broadcaster tidak menyorot pentonton wanita yang berpakaian seksi. Hal tersebut diungkapkan Ketua Divisi Keberagaman FIFA, Federico Addiechi.

Dia ingin semua pihak bersama-sama membantu mereka memerangi seksisme.

"Kami telah melakukannya terhadap bagian siaran di TV secara individu dan pembawa acara," ucap Addiechi seperti dilansir BolaSport.com dari BBC.

Kelompok anti-diskriminasi, Fare Network, mengatakan seksisme telah menjadi masalah terbesar Piala Dunia di Rusia 2018. Mereka sudah memantau permainan dan mengatakan telah "mendokumentasikan lebih dari 30 kasus”.

Ketika ditanya apakah tindakan keras terhadap para penggemar wanita akan menjadi kebijakan resmi FIFA, Addiechi mengatakan: "Ini adalah salah satu kegiatan yang pasti akan kami lakukan pada masa depan - ini adalah evolusi yang normal."

Dia mengatakan itu belum menjadi "kampanye proaktif" tetapi menegaskan bahwa FIFA akan "mengambil tindakan terhadap hal-hal yang salah".

Sebelum turnamen ada kekhawatiran bahwa homophobia dan rasisme akan menjadi faktor utama yang memprihatinkan. Tetapi direktur eksekutif Fare Network, Piara Powar, mengatakan seksisme adalah fokus utama diskriminasi yang dicatat oleh timnya - terutama perempuan Rusia yang "disapa di jalanan" oleh laki-laki dan penggemar dari negara lain.

Selama Piala Dunia dilaksanakan, agen fotografi Getty Images menerbitkan galeri foto "penggemar terpanas di Piala Dunia" yang menampilkan para wanita muda secara eksklusif. Galeri itu kemudian dihapus oleh Getty, yang mengatakan bahwa itu adalah "kesalahan yang disesali dalam penghakiman".

Selain itu, ada juga kasus yang menimpa para pembawa acara dan jurnalis. Dilansir dari Globalnews.ca, Minggu (24/6/2018) , jurnalis Sport TV, Julia Guimaraes, saat melaporkan pertandingan tiba-tiba seorang pejalan kaki mencoba mencium pipinya.

Namun Julia berhasil mengelak dan memarahi laki-laki tersebut.

Dilaporkan dari Euronews, seorang reporter Kolombia Julieth Gonzalez Theran, dicium dan diraba oleh seorang penggemar selama siaran langsung di alun-alun Manezhnaya, Moskow. Insiden itu terjadi tepat sebelum Piala Dunia dimulai pada 14 Juni.

Editor : Aloysius Gonsaga AE
Artikel Terkait

Berita Lainnya