Gagal Bawa Kroasia Juara Dunia, Lovren Dianggap Terlalu Percaya Diri

By M. Hafidz Imaduddin - Selasa, 17 Juli 2018 | 05:58 WIB
Pemain Kroasia Dejan Lovren (tengah) bersama rekan setimnya merayakan kemenangan Kroasia atas Inggris pada laga babak semifinal di Luzhniki Stadium, Rabu (11/7/2018) atau Kamis dini hari WIB. Kroasia melaju ke babak final Piala Dunia usai mengalahkan Inggris dengan skor 2-1.
Pemain Kroasia Dejan Lovren (tengah) bersama rekan setimnya merayakan kemenangan Kroasia atas Inggris pada laga babak semifinal di Luzhniki Stadium, Rabu (11/7/2018) atau Kamis dini hari WIB. Kroasia melaju ke babak final Piala Dunia usai mengalahkan Inggris dengan skor 2-1.

KOMPAS.com - Legenda timnas Denmark, Peter Schmeichel, mengkritik penampilan Dejan Lovren bersama timnas Kroasia pada laga final Piala Dunia 2018.

Kritik Schmeichel ini berkaitan dengan pernyataan Lovren sebelum laga final kontra timnas Perancis digelar.

Setelah laga semifinal, Lovren sempat mengatakan bahwa dirinya adalah salah satu bek terbaik di dunia karena berhasil main di final Liga Champions dan final Piala Dunia pada tahun yang sama.

Terkait dengan pernyataan itu, Schmeichel menganggap Lovren terlalu percaya diri karena tidak bisa membuktikannya di dua laga final itu.

Baca juga: Sejak Level Junior hingga Senior di Timnas Prancis, Bek Ini Belum Pernah Kalah

"Mungkin Lovren terlalu percaya diri. Dua bulan terakhir dia bermain pada dua final besar dan dia kalah," kata Schmeichel seperti dilansir BolaSport.com dari Liverpool Echo.

"Dia tak memperlihatkan bahwa ia bek terbaik di dunia pada laga final," kata Schmeichel menambahkan.

Pada dua laga final itu, tim yang dibela Lovren kalah karena kebobolan lebih dari dua gol. Liverpool kalah 1-3 dari Real Madrid, sementara Kroasia takluk 2-4 dari timnas Perancis.

Schmeichel juga menjelaskan alasan kekalahan Kroasia kali ini. Menurut dia, lini belakang Kroasia sangat cepat panik sehingga Perancis dengan mudah mengeksploitasi.

"Salah satu alasan mengapa Prancis bisa mencetak empat gol adalah ketidaktenangan di lini belakang Kroasia," ujar mantan kiper Manchester United itu.

Baca juga: Handball di Laga Final, Ivan Perisic Ternyata Atlet Voli Pantai Profesional

"Pasangannya di bek tengah, Domagoj Vida, juga melakukan hal yang sama. Mereka tak terlalu bagus," kata Schmeichel menambahkan.

Dalam rentan dua tahun terakhir, Lovren sudah bermain di empat laga final termasuk yang dilakukannya tahun ini.

Pada tahun 2016, Lovren bersama Liverpool berhasil melaju ke final Piala Liga dan Piala Eropa. Namun sayang dalam dua laga itu Lovren juga gagal membawa pulang gelar juara. (Thoriq Az Zuhri Yunus)

Editor : Jalu Wisnu Wirajati
Sumber : BolaSport
Artikel Terkait

Berita Lainnya